Connect with us

Dota 2

B8 Diklaim Tetap Miliki Masa Depan Cerah Meski Kini Gagal Lolos ke LA Major

Beberapa waktu para penggemar game Dota 2 dibuat antusias serta bahagia oleh salah satu pemain legendaris Dota 2, Danil “Dendi” Ishutin. Pasalnya setelah beberapa waktu tidak terlihat dalam ajang kompetitif Dota 2, Dendi tiba-tiba muncul dengan membawa berita bahwa ia akan mendirikan organisi esportsnya sendiri. Dan Tak lama dari itu akhirnya B8 lengkap dengan lineu-nya diperkanalkan oleh Dendi kehadapan publik. Dalam tim tersebut rupanya Dendi juga memiliki peran penting sebagai pemain inti yang memegang ujung tombak. Selain itu Dendi juga memilih untuk membuat kolaborasi antara pemain senior dan junior dalam tim tersebut. Namun demikian ternyata performa debut mereka tidak sebaik yang diharapkan oleh banyak orang.

Berdasarkan berita yang diterbitkan oleh win.gg video pendek perkenalan yang buat oleh Dendi dan diperankan sepenuhnya oleh sang legendaris tersebut memberikan kesan yang sangat dalam di hati para penggemar. Bahkan video tersebut juga mampu mengalahkan kesan penampilan debut B8. Dalam turnamen kualifikasi CIS Los Angles Major bisa dikatakan bahwa Dendi dkk sangat gagal dalam menjalankan misinya.

Kegagalan yang dilalui oleh B8 sangat fatal karena mereka bahkan tak bisa mengikuti kompetisi minor, hal itu karena mereka gagal saat kualifikasi tertutup. Hasil kualifikasi yang ditorehkan oleh B8 sebenarnya sangat mengejutkan banyak pihak, pasalnya tidak bisa diragukan lagi bahwa B8 memiliki jajaran lineup yang sangat menjanjikan. Kini kesempatan mereka untuk bisa berpartisipasi di The Internasional 2020 akan ditentukan oleh 2 putaran DPC yang akan datang.

Mungkin saat ini tugas besar yang dimiliki oleh B8 adalah belajar untuk menyatukan chemistry satu sama lain, dan juga membuat strategi yang lebih ampuh. Pasalnya jika melihat komposisi roster tetunya B8 sama sekali tidak ada masalah dan harusnya layak untuk bersaing di kancah The Internasional.

Meskipun telah gagal dalam babak kualifikasi CIS namun beberapa orang memiliki pandangan bahwa B8 adalah tim yang kuat, hanya saja dalam kesempatan tersebut mereka sedikit kurang beruntung. Banyak pula yang berpendapat bahwa tim besutan Dendi ini akan menjadi satu tim besar di masa depan. Dalam babak kualifiaksi yang diikuti oleh B8 beberapa waktu lalu mereka mampu berhasil lolos hingga delapan besar akan tetapi dalam perjalananya mereka dikalahkan Modus Unity yang juga menjadi pemenang babak kualifikasi.

Sepertinya kali ini lagi-lagi Dendi harus puas hanya menjadi penonton dari ajang Minor dan Major ketiga di musim ini. Diharapkan untuk dua putaran kedepan B8 bisa lolos dan sehingga para penggemar bsia kembali menyaksikan penampilan Dendi di ajang Minor Major.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Dendi adalah satu roster yang sangat lekat dengan Dota 2. Saat ia masih memperkuat Na’Vi ia dipercaya menjadi kekuatan utama klub, dan dalam masa jayanya tersebut ada banyak orang yang begitu mengidolakan Dendi. Banyaknya penggemar Dota 2 yang juga mengidolakan Dendi karena memang Dendi memiliki kepribadian yang sangat humble, dan tentunya kemampuan permainan yang tidak bisa diragukan. Na’Vi dan Dendi rasanya telah menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan, akan tetapi pada tahun 2018 secara mengejutkan Dendi justru memutuskan untuk hengkang dari tim.

Setelah ia berpisah dengan Na’Vi Dendi kemudian terlihat beberapa kali menjadi pemain pengganti di beberapa tim, namun nyatanya hal tersebut juga tidak berlangsung lama. Karena pada akhir 2019 ia memutuskan untuk kembali ke wilayah CIS dan mengatur organisasinya sendiri. Hingga akhirnya terbentuklah B8, meskipun kini mereka belum mampu lolos akan tetapi pada putaran ke 4 mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan dengan baik sehingga bisa memperbesar peluang menuju The International 2020.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Dota 2