Connect with us

Esports

Di Tahun 2019 Astralis Group tercatat Alami kerugian $5 Juta

Pada bulan Novenmber lalu salah satu organisasi Esports asal Denmak, Astralis Group memutuskan untuk melakukan IPO, dan harus Anda ketahui bahwa mereka merupakan tim esports pertama yang melakukan hal tersebut. Namun menurut data yang ada di sepanjang tahun 2019 lalu group asal Denmark tersebut justru mengalami kerugian yang jumlahnya cukup besar, yakni sebesar $5 juta.

Menderita kerugian hingga $5 juta, ternyata mereka juga hanya mendapatkan untung sebesar $7,1 juta saja. Data mengenai hasil keuntungan tersebut mereka tunjukan dalam laporan tahunan pada periode keuangan pertama mereka pada tanggal 31 Desember 2019 lalu.

Sebenarnya secara resmi Tim Astralis memang baru diresmikan pada tahun 2019, akan tetapi sejak tahun 2016 sosok Nikolaj Nyholm dan Jakob Lund Kristensen mendirikan sebuah organisasi yang mereka beri nama RFRSH Aps, dan salah satu yang mereka tangani adalah Astralis Group. RFRSH Aps sejak awal mula berdiri memang telah aktif melibatkan diri dengan industri esports.

Selain Tim Astralis, ada pula beberapa tim epsorts lain yang juga sempat ditangani oleh RFRSH. Tidak hanya organisasi epsorts saja, turnamen-turnamen esports seperti BLAST Pro Series yang merupakan turnamen CS : GO paling bergengsi tersebut juga pernah ditangani oleh mereka. Akan tetapi sejak pada bulan Agustus 2019 lalu manajemen dilakukan peralihan maka kini mereka menjelma jadi Astralis Group, dengan tiga divisi didalamnya, yakni CS : GO, LOL, dan FIFA.

Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa di tahun 2019 Tim Astralis berhasil meraih keuntungan dari CS : GO sebesar $5,7 juta, angka tersebut merupakan total bersih sebesar 81% dari total pendapatan bersih organisasi. Hanya mendapatkan pemasukan sebesar itu mereka justru mengeluarkan uang sebesar $6,5 juta untuk keperluan operasional dan lain-lain.

Jika menghitung secara keseluruhan dari divisi CS : GO maka ada $728 ribu kerugian yang alami oleh pihak Astralis Group. Pada tahun tersebut prestasi yang berhasil mereka catatkan adalah memenangkan 4 turnamen Major, dan 2 turnamen lainnya, jadi secara keseluruhan ada 6 turnamen yang berhasil mereka juarai.

Disisi lain origen yang merupakan tim Divisi LOL milik Astrals Group berhasil mendapatkan penghasilan bersih sebesar $1,2 juta pada tahun 2019 lalu. Pemasukan yang mereka hasilkan tersebut ternyata tidak sebanding dengan pengeluaran yang mereka lakukan, karena di tahun 201 mereka menghabiskan dana organisasi sebesar 3,2 juta USD untuk keperluan operasional. Secara keseluruhan divisi LOL membuat organisasi merugi sebesar $2 juta.

Kemudian kita beralih pada divisi selanjutnya yakni divisi FIFA yang dalam hal ini mereka diwakili oleh Future FC. Untuk divisi sebenarnya memiliki pemasukan yang cukup kecil, hal tersebut karena mereka memang baru didirikan pada bulan oktober 2019. Dalam jangka waktu 3 bulan mereka berhasil meraup keuntungan sebesar $204 ribu. Dan mereka menghabiskan uang organisasi sebesar $58 ribu untuk keperluan operasional.

Jika melihat laporan keuangan yang telah kami paparkan diatas maka secara keseluruhan dari 3 divisi yang ada, FIFA adalah satu-satunya divisi yang berhasil memberikan keuntungan untuk Astralis Group pada tahun 2019.

Selain mendapatkan pemasukan dari turnamen-turnamen yang diikuti oleh masing-masing divisi, Astralis Group juga mendapatkan pemasukan dari sejumlah sponsor yang membangun kemitraan komersil bersama mereka. Beberapa brand yang telah menjalin kerjasama dengan mereka adalah Logitech, Secretlab, Jack & Jons, dan juga Turtle Beach.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Esports