Connect with us

Dota 2

The International 2020 Kemungkinan Akan Terganggu Oleh Virus Corona

Kehadiran virus Corona memang tidak bisa diragukan lagi sangat membawa dampak yang besar dalam berbagai bidang, termasuk salah satunya adalah esports. Sejak virus ini mulai menyebar dan membuat masyarakat dunia khawatir telah banyak even esports yang terpaksa ditunda atau dibatalkan dibatalkan. Karena hal tersebut pula melalui video podcastnya, Peter “ppd” Dager yang merupakan atlet Dota 2 milik Ninjas in Pyjamas  mengungkapkan bahwa seharusnya saat ini para penggemar sudah harus mulai khawatir dengan beberapa ajang DPC di tahun ini.

Kita semua tentu tahu bahwa untuk menuju ajang The Internasional 2020 maka kini masih ada 6 event DPC (Minor dan Major) yang harus dilewati. Dan kini untuk dalam beberapa waktu kedepan akan ada 2 event DPC terdekat yang berlangsung yakni LA Major dan juga Kyiv Minor. Akan tetapi dalam menghadapi event-event DPC yang sedang dan akan berlangsung ini masalahnya adalah warna Tiongkok hingga saat ini masih mendapatkan batasan yang cukup besar untuk melakukan perjalanan internasional, karena wabah virus corona.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Tiongkok adalah satu negara yang memiliki tim-tim besar Dota 2, demikian itu keadaan saat ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Saat ini terhitung kurang dari satu bulan ajang Kyiv Minor dan LA Major akan diselenggarakan akan tetapi hingga kini ternyata virus corona tak juga membaik. Menurut data terakhir korban meninggal dari virus ini bahkan telah mencapai 200.000 orang. Keadaan membuat banyak orang meyakini bahwa untuk beberapa kedepan tim-tim Tiongkok pasti akan bermasalah di event minor major.

Melihat keadaan yang sangat genting itu kemudian banyak orang yang mengajukan pertanyaan pada pihak Valve selaku pengembang Dota 2, bagaimana jika nantinya saat akan menghadiri event Major Minor tim-tim dari Tiongkok akan ditahan di perbatasan, dan tidak mungkin melanjutan perjalanan. Selain itu yang lebih dikhawatirkan lagi bagaimana jika kejadian demikian itu terus menerus berlanjut hingga ke putaran 4 atau bahkan 5. Kondisi seperti ini jelas merupakan keadaan yang sangat serius, dan tentunya akan mengancam keberlangsungan TI 2020.

Hingga sejauh ini pihak Valve masih tetap pada keputusan mereka untuk berlaku fair terhadap semua tim dari Tiongkok. Akan tetapi siapapun tidak ada yang bsia menjamin apakah kedepan virus mematikan akan bisa diatasi sebelum diselenggarakannya ajang TI 2020 atau tidak. Maka dari itulah ppd, GranDGrant dan juga Mason dalam video podcast yang mereka, ketiganya sempat mencoba untuk mencari solusi terbaik menghadapi permasalahan yang ada.

Namun setelah melakukan berbagai diskusi ternyata mereka tidak juga bisa mendapatkan pemecahan, sehingga kesimpulannya adalah hingga saat ini memang tidak ada solusi tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Masih dalam video yang sama Mason sempat memberikan solusi bahwa baiknya tim-tim dari Tiongkok nantinya digantikan saja dengan mereka yang merupakan tim teratas namun gagal lolos ajang kualifikasi. Tentunya solusi yang ditawarkan tersebut merupakan solusi yang bisa dibilang masuk akal, akan tetapi menurut ppd hal tersebut juga akan berpengaruh pada Ninjas in Pyjamas yang pada musim ini baru saja kembali melakukan kompetisi di wilayah Eropa, dan LA Major menjadi turnamen major perdana mereka.

Sedangkan disisi lain Vici Gaming yang tak lain dan tak bukan adalah tim Dota 2 Tiongkok terbaik pada putaran ketiga ini justru memilih absen dari DPC. Absennya Vici Gaming ini menjadi sesuatu yang baik bagi beberapa tim seperti Ivictus Gaming, EHOME, RNG ataupun NiP yang ingin memperbaiki peringkat mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Dota 2