Connect with us

Dota 2

Dota 2 Underlords Kehilangan 90% Pemainnya?

Dota UnderLords

Game auto battle andalan Valve, Dota UnderLords sepertinya mulai ditinggalkan oleh pemain-pemainnya. Setelah rilis secara resmi pada tanggal 20 Juni 2019 lalu, UnderLords dianggap sebagai salah satu permainan pelampiasan kekecewaan terhadap Artifact. Namun belakangan ini, pemain Dota UnderLords sepertinya juga iktu menurun.

Bedasarkan SteamChard, dari total jumlah pemain tertinggal 202,254 perhati kini pemain Dota UnderLords hanya berkisar 11 ribuan saja. Bahkan awal Januari ini tercatat hanya 7,000 pemain lebih yang aktif dalam sehari.

Gabung dengan OLE777

Yuk Segera bergabung dengan OLE777 Untuk mendapatkan pasaran permainan E-Sports yang ada di Indonesia. Tentu OLE777 menyediakan pasaran terbaik untuk permainan CS:GO, Mobile Legends, Dota 2, League of Legends dan yang lain.
OLE777 Esports

Sejak kemunculan Dota Auto Chess yang kemudian bertransisi ke versi mobile, genre permainan auto battle ini menarik banyak sekali perhatian gamers. Pemain yang sederhana tetapi cukup menarik ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dimainkan. Pemain akan berusaha menggunakan strategi berputar serta menyusun papan pertandingan dengan kompesisi terbaik.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan yang terjadi pada UnderLords. Pertama ialah masa beta yang terlalu lama, menyebabkan pemain tidak sabar menunggu big update yang sering diberitakan. Namun, ketika big update dilakukan, beberapa pemain sudah pindah ke permainan baru.

Kedua, munculnya sebuah kompetitor berart. Layaknya Dota 2 dan League of Legends, Riot Games juga merilis sebuah permainan mobile yang bernama TeamFight Tactics. Pada September lalu, Riot Games mengatakan bahwa jumlah pemain aktif TFT mencapai 33 juta orang. Tentu ini telah menimbulkan sebuah asumsi bahwa TFT merupakan auto battle yang lebih laku dibandingkan dengan Dota UnderLords.

Ketiga ialah minim turnamen yang dilakukan. Ketika Dota UnderLords lahir, banyak pemain profesional yang menharapkan bahwa Valve akan mengumumkan turnamen sama seperti Dota 2. Namun kenyataanya belum ada turnamen resmi dari developer melainkan hanya sebuah komunitas saja. Tentu hal ini membuat pemain merasa bahwa memainkan permainan ini hanya akan berujung dengan sia-sia. Mereka tidak mendapatkan tempat untuk mengubah keahlihan mereka dalam bermain games ini menjadi penghasilan.

Keempat, update baru yang dilakukan mengubah meta yang terlalu cepat sehingga membuat beberapa pemain males untuk beradaptasi. Bila faktor pertama membuat pemain bosan karena versi beta yang terlalu lama, penyebab lainnya akibat Valve terlalu cepat untuk mengotak-atik permainan.

Inilah alasan umum kenapa Dota UnderLords menjadi kurang peminatnya. Apakah Dota UnderLords akan menyusul Artifact yang saat ini tengah menjadi dead game?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Dota 2